Islam dan Indahnya Kedamaian | Islam vs Terrorisme

Bookmark and Share

Saudaraku negeri kita kini memang tidak henti-hentinya dilanda bom, mulai dari bom Bali 1,2 , bom Jw mariot & Ritchcalton, bom buku dan Yang lebih mengenaskan lagi, bom bunuh diri kali ini dilakukan di salah satu masjid Allah di Cirebon , sesaat setelah imam bertakbiratul ihram shalat jum’at!! Peristiwa ini melukai sebagian jamaah masjid yang tidak bersalah dan menimbulkan kerusakan masjid.

Kita benar-benar merasa prihatin, seluruh ummat Islam serta masyarakat Indonesia benar-benar prihatin atas kejadian ini, kita tidak bisa menerima kekejian - kekejian seperti ini, Saya percaya sepenuhnya bahwa tidak mungkin orang yang beriman akan berperilaku keji seperti ini, apalagi sudah membunuh nyawa orang yang tidak bersalah, mestilah yang berbuat kekejian seperti ini adalah orang yang menginginkan kerusakan bagi kita semua.

Sulit dipahami jika hal ini dilakukan oleh kaum muslimin yang justru dianggap lebih mengerti tentang agama Islam dari pada orang orang kebanyakan, atas nama jihad fii sabiilillah, solidaritas muslim, atau yang lainnya. Mereka bertindak melampaui batas menetapkan hukum hukum Islam sesuka hati . Mereka beranggapan bahwa apa yang telah mereka lakukan ini akan jalan menuju syahid dan beroleh surga. Sungguh, telah jauh akal sehat mereka dari kebenaran.

Latar Belakang ?

Kalau dilihat latar belakang mereka adalah menegakkan syariat islam di negeri ini (Indonesia) atau bisa dikatakan merubah ideology pancasila menjadi ideology islam. Sebaik-baik tujuan yang hendak dicapai jikalau cara yang digunakan salah dalam artian menghalalkan segala cara maka itu sama saja mencuci muka di air yang keruh, tujuan itu tidak akan pernah tercapai.
Dampaknya ?

Alih-alih tujuan Negara islam itu tercapai malahan dampak yang disebabkan terror yang mengatas namakan islam ini sangat besar, selain nyawa orang yang tidak bersalah melayang dan kerusakan yang dibuatnya juga dampak itu bisa kita rasakan sendiri dalam kehidupan masayarakat, dimana-mana sekelompok orang yang melakukan pengajian-pengajian dicurigai kelompok teroris, kemudian melihat orang yang berjenggot dikira kaum ekstrimis serta para orang tua tidak mau lagi memasukkan anaknya ke pesantren karna takut bakal jadi terroris. Sehingga menumbuhkan penyakit phobia pada masyarakat terhadap nuasa islam , Ini hal yang sangat ironi ketika orang islam, tapi paranoid dengan nuansa islami itu sendiri.

Adapun Firman dan Hadits yang menentang Terorisme :

1. Teror adalah tindakan melampaui batas karena banyaknya kematian dan besarnya kerusakan yang ditimbulkan.

Allah berfirman :
” .. dan janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (Qs. Al Baqarah: 190)

2. Ini jelas jelas tindakan bunuh diri karena pelakunya tahu pasti bahwa ia akan mati dalam aksi itu.

Allah berfirman :
“Dan janganlah kamu membunuh dirimu ; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah” (Qs. An Nisa’: 29 – 30)

3. Sebagai tindakan membunuh orang lain.

Allah berfirman :
“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina.” (Qs. Al Furqon: 68 – 69)

Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda yang artinya :
“Tidak halal ditumpahkan darah seorang muslim yang telah bersaksi bahwa tidak ada ilah (yang hak) selain Allah dan bahwa saya adalah utusan Allah, kecuali salah satu dari yang tiga ini : orang yang berzina (padahal ia telah berkeluarga), orang yang membunuh orang lain, dan orang yang murtad meninggalkan jamaah kaum muslimin.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu)

Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Barangsiapa yang menjamin keamanan seseorang lalu dia membunuhnya, maka aku berlepas diri dari pembunuhan itu, sekalipun yang dibunuh adalah seorang kafir.” (HR. Nasa’i dan Bukhari dalam Tqikh Al Kabir dari Amr bin al Hamq radhiyallahu ‘anhu; Lihat Shahihul Jami’ no. 6103)

4. Sebagai tindakan yang membahayakan orang lain (Terror)

Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda :
“Tidak halal seorangmuslim menakut nakuti muslim yang lain.” (HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Abu Dawud no. 5004)

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
“Barangsiapa yang membawa senjata untuk memerangi kami, maka dia bukan dari kami..” (HR Muslim dari Abu Hurairah dan Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma).

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
“Apabila salah seorang dari kalian lewat di masjid atau pasar dengan membawa anak panah, maka hendaknya dia memegangnya pada ujungnya dengan telapak tangannya agar tidak melukai seorang pun dari kaum muslimin..” (Mutafaqun ‘alaih)

5. Ancaman Dan Adzab Bagi Pelaku :     

Allah berfirman :
“Barangsiapa yang membunuh seorang mu’ahad (non muslim yang mendapa jaminan keamanan), maka dia tidak akan mencium baunya surga, padahal bau surga tercium dari jarak perjalanan 40 tahun.” (HR Bukhari dari Abdullah bin ‘Amr)

Jadi tidak boleh mengganggu orang orang kafir yang dijamin keamanannya dengan gangguan apapun, apalagi sampai membunuhnya sebagaimana teror teror yang telah terjadi. Bahkan pelakunya diancam tidak akan masuk surga. Kita berlindung kepada Allah dari kehinaan seperti itu.

Jika hukuman atas pembunuhan terhadap orang kafir sudah begitu berat, apalagi hukum atas pembunuhan terhadap kaum muslimin.

Perhatikanlah firman Allah :
“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya” (Qs. An Nisaa: 93)

Dengan banyaknya dalil yang berkaitan dengan masalah terorisme dan semacamnya sebagaimana telah disebutkan diatas maka aksi teror dan semacamnya adalah hasil sikap dan pemikiran sesat para pelakunya yang menantang kemurkaan Allah. Tindakan ini merupakan kedzaliman. Kejahatan dan penyimpangan dari ajaran Islam yang lurus, bahkan telah jelas keharamannya dan ia termasuk dalam dosa besar.
                                                                                               
Sikap dan Hal yang dapat kita lakukan ?

Sekarang tugas kita khususnya sebagai seorang muslim adalah mempelajari dan menyampaikan islam yang sebenarnya. Islam yang menjungjung tinggi kedamaian, islam yang rahmatan lilalamin, islam yang tidak mengajarkan terorisme,  karena Al-qur’an tidak bisa dipahami secara parsial tetapi Al-qur’an menuntut pemahaman yang integral dan menyeluruh.

Al-qu’ran memerintahkan kepada musa dan saudaranya harun untuk berkata lunak dan sopan sekalipun pada musuh beratnya Fir’aun. Agama ini akan mudah bersemayam dalam hati dan otak manusia bila disampaikan dengan wajar, penuh dengan kesabaran dan dengan cara yang agak mendalam sebagai bayangan keikhlasan para penyeru kebenaran. Meminjam nasehat Bung Hatta, jadilah seperti garam dilautan, tidak terlihat tapi terasa bukan seperti gincu, yang terlihat tapi tidak terasa, begitu juga seharusnya umat islam saat ini.

Ingat kata aa’ gym (3M) :

1. Mulailah dari diri sendiri
2. Mulailah dari hal yang kecil
3. Mulailah dari saat ini
Semoga Allah yang Mengenggam langit dan bumi, membuka pintu hati kita semua agar dapat memahami hikmah dibalik kejadian apapun yang menimpa dan semoga Allah membimbing kita untuk bisa menyikapi kejadian apapun dengan sikap terbaik kita.

Wallahu A’lam Bish-shawab